Font Size

Profile

Layout

Cpanel

ISPA Duduki Peringkat Pertama Penyakit Terbesar Tahun 2011


KUPANG, 29 Februari 2011, Melalui data yang dirilis Sub Bidang Pelayanan Kesehatan, Dinas Kesehatan Kota Kupang, Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau disingkat ISPA menjadi penyakit terbanyak yang diderita masyarakat Kota Kupang selama tahun 2011 melalui rekapan kunjungan pasien di seluruh Puskesmas dan klinik swasta di wilayah Kota Kupang. ISPA juga dikenal sebagai Acute Respiratory Infections (ARI). Penyebab ISPA dapat berupa bakteri maupun virus. ISPA sempat dijuluki sebagai pembunuh utama kematian bayi serta balita di Indonesia. Tentu saja hal itu merujuk pada hasil Konferensi Internasional mengenai ISPA di Canberra, Australia, pada Juli 1997, yang menemukan empat juta bayi dan balita di negara-negara berkembang meninggal tiap tahun akibat ISPA.

Istilah ISPA meliputi tiga unsur yakni infeksi, saluran pernafasan, dan akut. Infeksi adalah masuknya kuman atau mikroorganisme ke dalam tubuh manusia dan berkembang biak sehingga menimbulkan gejala penyakit. Saluran pernafasan adalah organ mulai dari hidung hingga alveoli, beserta organ adneksa lainnya seperti sinus-sinus, rongga telinga tengah, dan pleura. ISPA secara anatomis mencakup saluran pernafasan bagian atas, saluran pernafasan bagian bawah (termasuk jaringan paru-paru), dan organ saluran pernafasan, ISPA dapat ditularkan melalui air ludah, darah, bersin, udara pernapasan yang mengandung kuman yang terhirup oleh orang sehat kesaluran pernapasannya. Infeksi saluran pernapasan bagian atas terutama yang disebabkan oleh virus, sering terjadi pada semua golongan masyarakat. ISPA yang berlanjut menjadi pneumonia sering terjadi pada anak kecil terutama apabila terdapat gizi kurang dan dikombinasi dengan keadaan lingkungan yang tidak hygiene. Pneumonia adalah proses infeksi akut yang mengenai jaringan paru-paru atau alveoli. Terjadinya pneumonia, khususnya pada anak, seringkali bersamaan dengan proses infeksi akut pada bronkus, sehingga biasa disebut dengan bronchopneumonia. Gejala penyakit tersebut adalah nafas yang cepat dan sesak karena paru-paru meradang secara mendadak.

Diagnosa bakteri penyebab pneumonia bagi balita di Indonesia didasarkan pada hasil penelitian asing yang dipublikasikan melalui WHO (World Health Organisation) yakni bakteri Streptococcus, Pneumonia, dan Hemophylus influenzae merupakan bakteri yang selalu ditemukan pada penelitian etiologi di negara-negara berkembang. Sedangkan di negara maju, pneumonia pada balita biasanya disebabkan oleh virus. Pneumonia sangat rentan terhadap bayi berumur di bawah dua bulan, kurang gizi, berat badan lahir rendah, tidak mendapatkan ASI yang memadai, polusi udara, kepadatan tempat tinggal, imunisasi yang tidak memadai, dan defisiensi vitamin A. Faktor-faktor yang meningkatkan risiko kematian akibat pneumonia adalah bayi di bawah umur dua bulan, kurang gizi, berat badan lahir rendah, pelayanan kesehatan yang terlambat, imunisasi yang tidak memadai, dan adanya penyakit kronis pada bayi.

Berdasarkan data angka kesakitan ISPA yang dirilis Dinas Kesehatan Kota Kupang, ISPA menjadi Penyakit terbanyak yang dikeluhkan masyarakat yang datang berkunjung ke sarana pelayanan kesehatan selama 4 tahun terakhir ini sejak tahun 2008 sampai dengan tahun 2011. Berikut data angka kesakitan ISPA di Kota Kupang sejak tahun 2008 sampai dengan 2011 :



Berdasarkan paparan data diatas terlihat bahwa telah ada trend penurunan kasus ISPA selama 3 tahun terakhir walaupun angka penurunannya belum signifikan. Guna mencegah peningkatan penyakit ini maka masyarakat diharapkan ikut bekerjasama dengan tenaga kesehatan dalam mendorong penurunan angka kejadian ISPA melalui kegiatan pencegahan seperti tetap menjaga daya tahan tubuh melalui konsumsi makanan yang bergizi khususnya makan yang mengandung vitamin C yang banyak terdapat pada buah-buahan berwarna terang seperti Jeruk dan Tomat, istirahat yang teratur, meningkatkan sanitasi kebersihan lingkungan serta hygiene perorangan, serta pada bayi dengan memberikan imunisasi lengkap serta ASI Ekslusif yang mencukupi kebutuhan bayi serta tidak lupa menjaga kebersihan makanan yang akan diberikan pada bayi yang telah menadapatkan makanan pendamping ASI.

 

 


Comments   

 
0 #1 ANIS 2013-12-20 10:36
:roll: boleh minta data grafik nya???
Quote
 

Non Facebooker..?? Tulis Komentar disini


Security code
Refresh

You are here: Home Warta Dinkes ISPA Duduki Peringkat Pertama Penyakit Terbesar Tahun 2011

 

Hubungi Kami

DINAS KESEHATAN KOTA KUPANG

Jalan SK. Lerik - Kupang - NTT

Telpon : (0380)825769
Fax      : (0380)825730

Email   :  This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.  

Atau dengan mengisi Form Contact

Klik Disini